Pencarian di seluruh website

Mengapa Omnichannel Customer Service Penting untuk Bisnis Asuransi di Indonesia

6

Ringkasan artikel:Pelajari mengapa omnichannel customer service asuransi memerlukan konteks yang saling terhubung, pengalihan kasus yang akuntabel, dan alur kerja layanan yang terkendali.

Segera coba solusi layanan pelanggan Udesk secara gratis
Segera coba solusi layanan pelanggan Udesk secara gratis
Coba gratis>>
Pusat Panggilan Udesk AI Agent, pengalaman berkualitas tinggi
Pusat Panggilan Udesk AI Agent, pengalaman berkualitas tinggi
Coba gratis>>
Sistem Tiket Udesk, membuat layanan lebih ramah dan peduli
Sistem Tiket Udesk, membuat layanan lebih ramah dan peduli
Coba gratis>>
 

Omnichannel customer service penting bagi asuransi karena pertanyaan seorang pemegang polis jarang hanya berhenti di satu tempat. Seorang pelanggan mungkin memulai dari web chat untuk menanyakan perpanjangan polis, lalu menelepon ketika masalahnya menjadi mendesak, kemudian mengirim email berisi dokumen yang diminta oleh tim layanan atau klaim. Jika setiap kontak dimulai dari nol, pelanggan harus mengulang informasi yang sama, dan perusahaan asuransi kehilangan waktu untuk menyusun ulang kasus tersebut.

Tujuannya adalah menjaga kesinambungan ketika pelanggan berpindah kanal. Tim yang berwenang memerlukan konteks yang dapat digunakan, pemilik kasus yang terlihat jelas, dan aturan yang tegas untuk pekerjaan yang harus dialihkan ke tim lain. Alur kerja customer service dapat mencatat dan meneruskan sebuah permintaan, tetapi tidak menentukan cakupan pertanggungan, memvalidasi klaim, atau menggantikan tanggung jawab hukum, risiko, privasi, dan keamanan milik perusahaan asuransi.

Perjalanan Layanan Asuransi Menciptakan Risiko Keterputusan

Customer service perusahaan asuransi harus menangani hubungan jangka panjang dan peristiwa yang bisa jadi membuat pelanggan stres. Pertanyaan seputar polis bisa berujung pada permintaan dokumen. Pertanyaan status klaim mungkin memerlukan tanggapan dari spesialis. Sebuah keluhan bisa melibatkan panggilan telepon sebelumnya, pesan yang dikirim melalui kanal digital, dan proses peninjauan formal.

Setiap tahap berpotensi menciptakan keterputusan dalam percakapan. Pelanggan mungkin berhadapan dengan tim yang berbeda, seorang agent mungkin hanya melihat sebagian riwayat kasus, atau sebuah pengalihan mungkin tidak disertai alasan maupun tindak lanjut yang jelas. Di Indonesia, proses keluhan dan klaim harus mencerminkan kewajiban perlindungan konsumen dan ketentuan asuransi yang berlaku. Teknologi seharusnya mendukung proses tersebut, bukan diklaim sebagai bentuk kepatuhan itu sendiri.

Layanan Omnichannel Lebih dari Sekadar Kumpulan Kanal

Perbandingan layanan asuransi tanpa omnichannel dan dengan omnichannel, menunjukkan bagaimana chat, telepon, email, portal, dan media sosial dapat terhubung ke satu kasus dengan konteks dan pemilik yang jelas.

Multichannel support memberi pelanggan beberapa cara untuk menghubungi perusahaan. Omnichannel customer support menghubungkan pekerjaan layanan di balik kanal-kanal tersebut. Pelanggan seharusnya tidak perlu menjelaskan ulang masalah yang sama hanya karena percakapan berpindah dari chat ke telepon atau email.

Kanal yang Terpisah Alur Kerja Layanan yang Terhubung
Setiap kanal dapat menyimpan percakapan yang terpisah. Tim dapat menghubungkan percakapan dan pekerjaan kasus yang relevan.
Pengalihan bisa saja tiba tanpa riwayat atau kepemilikan yang jelas. Pengalihan dapat menyertakan alasan, pemilik kasus saat ini, dan tindakan yang masih tertunda.
Tim mungkin mencatat pekerjaan di tempat yang terpisah-pisah. Tim dapat bekerja dari satu catatan layanan yang terdefinisi dan jalur eskalasi yang jelas.
Laporan per kanal dapat menyembunyikan perjalanan pelanggan yang sebenarnya terputus. Ukuran journey dapat menunjukkan kontak berulang, pengalihan, dan kasus yang dibuka kembali.

Model ini tetap memerlukan perancangan yang cermat. Inbox bersama tidak dengan sendirinya menentukan catatan mana yang bersifat otoritatif, agent mana yang boleh melihat detail sensitif, atau tim mana yang berwenang mengambil keputusan. Perusahaan asuransi perlu menetapkan batasan tersebut sebelum menghubungkan lebih banyak kanal.

Area yang Paling Membutuhkan Layanan Terhubung bagi Perusahaan Asuransi

Layanan Polis dan Pertanyaan Perpanjangan

Pelanggan mungkin menanyakan dokumen polis, tanggal perpanjangan, pembayaran premi, endorsement, atau perubahan data kontak. Sebagian pertanyaan dapat dijawab berdasarkan panduan layanan yang telah disetujui. Sebagian lain memerlukan verifikasi identitas, akses ke sistem administrasi polis, atau peninjauan oleh spesialis. Alur kerja layanan harus menunjukkan tindakan apa yang masih tertunda dan siapa yang bertanggung jawab atasnya.

Konsistensi bukan berarti setiap kanal harus mampu menjalankan setiap tindakan. Formulir web dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi pendukung, sementara percakapan suara membantu pelanggan memahami langkah selanjutnya. Proses pengalihan harus tetap mempertahankan konteks agar pelanggan tidak diminta menjelaskan ulang permintaannya.

Pembaruan Terkait Klaim

Layanan terkait klaim sering kali melibatkan pertanyaan status, permintaan dokumen yang belum lengkap, koordinasi jadwal pertemuan, dan permintaan mengenai langkah selanjutnya yang diperlukan. Area ini sangat cocok untuk komunikasi yang terhubung karena tim dapat melihat apa yang sudah diminta sebelumnya dan tanggapan apa yang masih harus diberikan.

Batasan di sini sangat penting. Seorang agent layanan dapat menjelaskan status yang tercatat atau mengarahkan permintaan ke tim yang tepat. Mereka tidak boleh menyampaikan pembaruan layanan seolah-olah itu adalah keputusan pertanggungan, janji pembayaran, atau penetapan klaim. Jika catatan kasus tidak lengkap atau pelanggan mempersoalkan sebuah hasil, kasus tersebut memerlukan jalur eskalasi yang berwenang.

Keluhan dan Pengalaman yang Dipersoalkan

Sebuah keluhan membutuhkan lebih dari sekadar catatan pesan. Tim layanan harus mengidentifikasi masalah, menetapkan pemilik kasus, menyimpan komunikasi yang relevan, dan menunjukkan tindakan selanjutnya yang perlu disampaikan kepada pelanggan. Jika kasus tersebut berlanjut ke proses formal, alur kerja harus membuat perpindahan itu terlihat jelas.

Pendekatan ini tidak menjamin sebuah keluhan akan diselesaikan dalam waktu atau cara tertentu. Yang diberikan adalah catatan pekerjaan layanan seputar keluhan tersebut yang lebih jelas bagi perusahaan asuransi. Catatan ini dapat membantu manajer menemukan hambatan yang berulang, misalnya permintaan dokumen tertentu yang secara rutin memicu kontak berulang dari pelanggan.

Informasi yang Harus Mengikuti Pelanggan Antar-Kanal

Tidak semua detail perlu disalin ke setiap percakapan. Konteks yang berguna bergantung pada journey dan peran yang menanganinya. Sebuah catatan layanan yang praktis dapat mencakup identifier pelanggan, referensi polis atau klaim, kategori masalah, riwayat percakapan yang relevan, status saat ini, pemilik kasus yang ditugaskan, dan tindakan selanjutnya.

Perusahaan asuransi perlu menentukan sistem mana yang menyimpan catatan pelanggan, polis, dan klaim yang bersifat final. Mereka juga perlu menentukan apa yang boleh dilihat, diperbarui, diekspor, atau dibagikan oleh setiap peran. Kontrol akses, masa retensi, verifikasi identitas, dan persyaratan transfer data merupakan bagian dari tata kelola dan peninjauan implementasi milik perusahaan asuransi itu sendiri. Deskripsi sebuah platform bukan bukti bahwa suatu konfigurasi tertentu sudah aman, patuh terhadap regulasi, atau sesuai untuk alur kerja tertentu.

Jadikan Pengalihan Kasus Bagian dari Desain Layanan

Dashboard layanan omnichannel asuransi yang menampilkan satu kasus terhubung dengan riwayat interaksi, pemilik kasus, prioritas, lampiran, dan tindak lanjut yang jelas.

Sebuah pengalihan berjalan baik ketika memberi tim penerima informasi yang cukup untuk bertindak. Ini mencakup alasan pengalihan, pekerjaan yang sudah diselesaikan, pemilik kasus, tindakan yang masih tertunda, dan langkah selanjutnya yang sudah disampaikan kepada pelanggan. Pengalihan tanpa detail-detail tersebut hanya memindahkan pelanggan ke antrean lain.

Otomatisasi dapat membantu untuk intake rutin, kategorisasi, dan routing selama alur kerjanya telah disetujui oleh perusahaan asuransi. Otomatisasi harus berhenti ketika permintaan memerlukan keputusan yang berwenang atau pertimbangan manusia yang cermat. Contohnya termasuk interpretasi polis yang tidak jelas, konflik identitas, keputusan yang dipersoalkan, keluhan formal, atau pelanggan yang meminta berbicara dengan petugas. Eskalasi ke manusia adalah tahap layanan yang harus tetap mempertahankan konteks kasus.

Bagaimana Udesk Dapat Berperan dalam Lapisan Layanan

Udesk menyatukan interaksi pelanggan dari berbagai kanal layanan yang didukung ke dalam satu workspace, serta menyediakan kemampuan ticket management, workflow automation, routing, dan reporting. Fungsi-fungsi ini dapat mendukung komunikasi layanan asuransi dan pekerjaan penanganan kasus. Gambaran umum omnichannel customer service Udesk menjelaskan dukungan lintas teks, mobile, telepon, email, chat, dan media sosial, sementara sumber daya ticket management Udesk mendokumentasikan area produk untuk ticket management, reporting, dan analytics.

Dengan Udesk, perusahaan asuransi dapat mengonfigurasi alur kerja layanan sehingga sebuah percakapan beserta pekerjaan tiket yang terkait dapat diakses oleh tim yang ditugaskan. Perusahaan asuransi tetap perlu memvalidasi kanal, integrasi, izin akses, kontrol identitas, penanganan data, ketentuan kontrak, dan tanggung jawab implementasi untuk operasional mereka sendiri di Indonesia. Udesk seharusnya berdampingan dengan, bukan menggantikan, sistem polis, klaim, dan pelanggan yang menyimpan catatan otoritatif milik perusahaan asuransi.

Ukur Apakah Journey Pelanggan Sudah Berjalan Baik

Volume kanal saja tidak menunjukkan apakah pelanggan mendapatkan pengalaman layanan yang koheren. Tim perlu meninjau ukuran-ukuran yang mengungkap di mana pekerjaan melambat atau berputar kembali. Contoh yang berguna meliputi kontak berulang untuk kategori masalah yang sama, jumlah pengalihan, waktu yang dihabiskan di setiap antrean, kasus yang dibuka kembali, distribusi usia kasus, alasan eskalasi, dan kelengkapan pengisian kolom kasus yang wajib.

Ukuran-ukuran ini bersifat diagnostik. Jumlah pengalihan yang tinggi dapat menunjukkan adanya masalah pada aturan routing atau kepemilikan kasus yang tidak jelas, tetapi tidak serta-merta membuktikan alasan ketidakpuasan pelanggan. Tim perlu meninjau kasus-kasus yang mendasarinya sebelum mengubah alur kerja atau menetapkan target layanan baru.

Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Menghubungkan Kanal Layanan Asuransi

Sebelum diluncurkan, perusahaan asuransi perlu memetakan journey dan kanal yang termasuk dalam cakupan, lalu mengidentifikasi catatan pelanggan, polis, dan klaim yang bersifat otoritatif. Mereka perlu mendokumentasikan peran mana yang dapat mengakses dan memperbarui setiap jenis informasi, kapan sebuah permintaan memerlukan penanganan khusus oleh spesialis atau tim keluhan, serta apa yang terjadi ketika sebuah kanal, integrasi, atau tahap verifikasi mengalami kegagalan.

Pengujian harus mengikuti satu journey secara utuh, bukan hanya satu layar tunggal. Sebagai contoh, tim dapat menguji apakah pelanggan yang memulai dengan pertanyaan polis melalui chat bisa mendapatkan tindak lanjut melalui telepon tanpa agent kehilangan kategori masalah, pesan-pesan sebelumnya, kepemilikan kasus, atau langkah selanjutnya yang telah dijanjikan. Pengujian yang sama juga perlu mencakup skenario verifikasi yang gagal, data yang tidak lengkap, dan permintaan eskalasi.

Pertanyaan Umum

1.Apakah omnichannel customer service sama dengan menyediakan beberapa kanal kontak?

Tidak. Beberapa kanal memberi pelanggan cara yang berbeda-beda untuk menghubungi perusahaan asuransi. Omnichannel customer service menghubungkan konteks yang relevan, kepemilikan kasus, dan tindakan selanjutnya ketika percakapan berpindah antar-kanal tersebut.

2. Bisakah platform omnichannel memutuskan atau menyelesaikan klaim asuransi?

Tidak. Sebuah platform customer service dapat mendukung komunikasi, intake, ticketing, routing, dan visibilitas kasus. Keputusan klaim dan pertanggungan harus tetap mengikuti proses resmi yang berwenang milik perusahaan asuransi.

3. Apa yang perlu diuji oleh perusahaan asuransi sebelum menghubungkan kanal customer service?

Uji catatan otoritatif, kontrol akses dan identitas, kepemilikan kasus, informasi pengalihan, jalur eskalasi, kegagalan integrasi, dan journey pelanggan secara utuh di seluruh kanal yang termasuk dalam cakupan.

4. Apakah teknologi omnichannel membuat perusahaan asuransi otomatis patuh terhadap regulasi atau data pelanggan menjadi aman?

Tidak. Kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan data bergantung pada kewajiban yang berlaku bagi perusahaan asuransi, desain sistem, konfigurasi, kontrol akses, kontrak, dan prosedur operasional.

Optimalkan layanan pelanggan dan kurangi beban tim dengan Sistem Layanan Pelanggan Udesk! Coba gratis sekarang dan rasakan efisiensi yang berbeda.

Klik gambar di bawah ini untuk uji coba gratis>>

Artikel ini merupakan karya asli Udesk. Jika akan diterbitkan ulang, wajib selalu mencantumkan sumber aslinya:https://id.udeskglobal.com/blog/mengapa-omnichannel-customer-service-penting-untuk-bisnis-asuransi-di-indonesia

 

OmnichannelOmnichannel Customer Serviceomnichannel industri asuransi Indonesia

 

next: prev:

 

 

Artikel terkait Mengapa Omnichannel Customer Service Penting untuk Bisnis Asuransi di Indonesia

Rekomendasi artikel terkini

Expand more!