NPS atau Net Promoter Score merupakan adalah salah satu metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur tingkat loyalitas pelanggan terhadap produk atau layanan yang mereka tawarkan.
Dengan menggunakan NPS, perusahaan Anda bisa memahami bagaimana pelanggan merekomendasikan bisnis kepada orang lain, yang menjadi indikator penting dalam melihat seberapa puas pelanggan dengan pengalaman mereka.
Cek selengkapnya di bawah ini untuk pembahasan lengkap mengenai apa itu NPS, rumus NPS, serta cara menghitung NPS dalam membantu bisnis Anda meningkatkan kepuasan pelanggan!
1. Promoter (9-10)
Pelanggan yang memberikan nilai 9 atau 10 dianggap sebagai promoter. Mereka adalah pelanggan yang sangat puas dan berpotensi merekomendasikan produk atau layanan Anda kepada orang lain.
1. Kumpulkan Data
Kirim survei NPS kepada pelanggan dengan menanyakan seberapa besar kemungkinan mereka merekomendasikan produk atau layanan Anda kepada orang lain, menggunakan skala 0 hingga 10.
Apa Itu NPS?
NPS atau Net Promoter Score adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan pelanggan akan merekomendasikan produk atau layanan perusahaan kepada orang lain. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Fred Reichheld pada tahun 2003 melalui sebuah artikel di Harvard Business Review. Sejak saat itu, NPS menjadi salah satu metode yang populer di berbagai industri karena kesederhanaannya dalam memberikan gambaran umum tentang kepuasan dan loyalitas pelanggan. NPS diukur melalui satu pertanyaan utama: “Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan produk atau layanan ini kepada teman atau kolega?” Pelanggan akan diminta untuk memberikan jawaban dalam skala 0 hingga 10, di mana 0 berarti "sangat tidak mungkin" dan 10 berarti "sangat mungkin."Kategori Responden dalam NPS
Setelah pelanggan memberikan jawaban, mereka akan dikategorikan menjadi tiga kelompok berdasarkan skala yang mereka pilih:1. Promoter (9-10)
Pelanggan yang memberikan nilai 9 atau 10 dianggap sebagai promoter. Mereka adalah pelanggan yang sangat puas dan berpotensi merekomendasikan produk atau layanan Anda kepada orang lain.
2. Passives (7-8)
Pelanggan yang memberikan nilai 7 atau 8 disebut passives. Mereka cenderung puas, namun tidak cukup antusias untuk merekomendasikan bisnis Anda.
3. Detractors (0-6)
Pelanggan yang memberikan nilai 0 hingga 6 disebut detractors. Mereka mungkin merasa tidak puas dan bahkan dapat memberikan ulasan negatif atau tidak merekomendasikan bisnis Anda.
Rumus NPS
Rumus NPS sangat sederhana. Untuk menghitungnya, Anda perlu mengurangi persentase detractor dari persentase promoter. Hasilnya akan berkisar antara -100 hingga +100.
3. Detractors (0-6)
Pelanggan yang memberikan nilai 0 hingga 6 disebut detractors. Mereka mungkin merasa tidak puas dan bahkan dapat memberikan ulasan negatif atau tidak merekomendasikan bisnis Anda.
Rumus NPS
Rumus NPS sangat sederhana. Untuk menghitungnya, Anda perlu mengurangi persentase detractor dari persentase promoter. Hasilnya akan berkisar antara -100 hingga +100.
Rumus NPS
NPS=%Promoter−%Detractor
Sebagai contoh, jika dari 100 responden, 60% adalah promoter, 30% adalah detractor, dan sisanya 10% adalah passives, maka nilai NPS Anda adalah:60%−30%=30
Nilai NPS yang positif (di atas 0) menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak pelanggan yang puas dan berpotensi merekomendasikan produk atau layanan mereka daripada yang tidak puas. Sebaliknya, nilai NPS negatif berarti perusahaan memiliki lebih banyak detractor, yang bisa berpotensi merusak citra merek.
Customer Service& Support Blog