Strategi Sales Call untuk Mendapatkan & Mempertahankan Pelanggan
Rangkuman Artikel:Sales call adalah panggilan telepon yang dilakukan tim penjualan untuk menarik calon pelanggan atau mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dengan fokus pada pemahaman kebutuhan mereka
Daftar isi
- Apa Itu Sales Call?
- Jenis-jenis Sales Call
- 1. Cold Call
- 2. Warm Call
- 3. Follow-Up Call
- Contoh Sales Call yang Efektif
- 1. Mengenalkan Solusi dengan Bahasa Sederhana
- 2. Mengajukan Pertanyaan yang Menggali Kebutuhan Pelanggan
- 3. Membangun Kepercayaan melalui Bukti Nyata
- Strategi Efektif dalam Sales Call
- 1. Riset Sebelum Panggilan
- 2. Gunakan Pendekatan Soft Selling
- 3. Fokus pada Nilai Tambah, Bukan Harga
- 4. Manfaatkan Teknologi dan Data
- 5. Jangan Lupakan Follow-Up
- Tips Menangani Tantangan dalam Sales Call
- 1. Penolakan
- 2. Menjaga Percakapan Tetap Terfokus
- 3. Membangun Hubungan yang Berkelanjutan
Dalam dunia bisnis, sales call merupakan salah satu taktik penjualan yang efektif untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang sudah ada . produk atau layanan serta menawarkan solusi yang relevan bagi mereka.
Di sini, Anda akan mengetahui tentang apa itu sales call , jenis-jenisnya, serta strategi efektif yang dapat digunakan untuk mencapai hasil maksimal. Simak sampai habis!
Apa Itu Sales Call?
Secara umum, sales call artinya panggilan telepon yang dilakukan oleh tim penjualan kepada calon pelanggan atau pelanggan saat ini. pemahaman mendalam mengenai kebutuhan mereka.
Jenis-jenis Sales Call
Untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan, ada 3 jenis sales call yang sering digunakan dalam strategi penjualan, antara lain:
1. Cold Call
Cold call adalah panggilan yang dilakukan kepada calon pelanggan yang belum pernah berinteraksi dengan produk atau layanan sebelumnya. Meskipun cold call bisa menantang, pendekatan yang persuasif dan berfokus pada nilai yang ditawarkan dapat meningkatkan peluang untuk mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan tetap.
2. Warm Call
Berbeda dengan cold call, warm call dilakukan kepada calon pelanggan yang sudah memiliki ketertarikan terhadap produk atau layanan. Panggilan ini lebih mudah diterima karena calon pelanggan sudah mengenal merek atau produk, misalnya melalui email sebelumnya atau kunjungan ke situs web.
3. Follow-Up Call
Follow-up call biasanya dilakukan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan yang telah membeli produk atau mencoba layanan. Panggilan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelanggan puas dengan produk atau layanan dan untuk menawarkan tambahan layanan atau produk yang mungkin mereka butuhkan.
Contoh Sales Call yang Efektif
Penting untuk mempersiapkan skrip atau pedoman yang dapat membantu mencapai tujuan percakapan. Berikut beberapa contoh pendekatan sales call yang efektif:
1. Mengenalkan Solusi dengan Bahasa Sederhana
Saat pertama kali berbicara dengan pelanggan, fokuslah pada pengenalan singkat tentang produk atau layanan yang dapat memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Misalnya, "Halo, Pak/Bu [Nama], saya ingin memperkenalkan [Nama Produk/Layanan] yang dapat membantu [penyelesaian masalah].
2. Mengajukan Pertanyaan yang Menggali Kebutuhan Pelanggan
Salah satu strategi penting dalam sales call adalah mengajukan pertanyaan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Contohnya, “Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat ini dalam hal [bidang bisnis terkait]?” atau “Bagaimana Anda biasanya mengelola [masalah yang terkait dengan produk kita]?”
3. Membangun Kepercayaan melalui Bukti Nyata
Berikan contoh kasus atau testimoni pelanggan lain yang telah berhasil menggunakan produk atau layanan Anda. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan, “Banyak pelanggan kami yang mengalami peningkatan [keuntungan atau solusi] setelah menggunakan [nama produk].”
Strategi Efektif dalam Sales Call
Untuk meningkatkan efektivitas sales call, berikut ini ada 5 strategi yang dapat bisnis Anda terapkan:
1. Riset Sebelum Panggilan
Riset tentang calon pelanggan sangat penting sebelum melakukan sales call. Memahami latar belakang perusahaan atau individu yang akan dihubungi dapat membantu Anda menyesuaikan pesan dengan kebutuhan spesifik mereka, sehingga panggilan lebih relevan dan berpeluang besar berhasil.
2. Gunakan Pendekatan Soft Selling
Pendekatan soft selling atau pendekatan yang lebih santai dan tidak memaksa sering kali lebih efektif dalam sales call.
3. Fokus pada Nilai Tambah, Bukan Harga
Dalam banyak kasus, pelanggan lebih tertarik pada nilai yang ditawarkan daripada harga produk itu sendiri.
4. Manfaatkan Teknologi dan Data
Dengan bantuan teknologi , tim sales dapat melakukan segmentasi dan menargetkan audiens yang sesuai dengan strategi penjualan mereka.
5. Jangan Lupakan Follow-Up
Tindak lanjut setelah sales call adalah bagian penting dari strategi ini. Follow-up tidak hanya menunjukkan komitmen Anda dalam memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga memungkinkan untuk memperkenalkan produk atau layanan tambahan yang relevan.
Tips Menangani Tantangan dalam Sales Call
Sales call bukan tanpa tantangan. Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi tantangan yang umum terjadi:
1. Penolakan
Penolakan adalah hal yang umum dalam sales call , terutama pada cold call. Jangan merasa putus asa; jadikan penolakan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan cara penyampaian pesan di masa depan.
2. Menjaga Percakapan Tetap Terfokus
Saat berhadapan dengan calon pelanggan yang banyak bertanya atau ragu, penting untuk menjaga percakapan tetap fokus pada solusi yang ditawarkan.
3. Membangun Hubungan yang Berkelanjutan
Jangan hanya berfokus pada penjualan saat ini. Anda perlu memikirkan tentang bagaimana membangun hubungan yang bisa bermanfaat dalam jangka panjang.
Sales call adalah salah satu cara efektif untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan dan mengarahkan mereka pada solusi yang bermanfaat bagi bisnis mereka . sudah ada.
Jika bisnis Anda membutuhkan dukungan dalam melakukan sales call yang profesional, solusi Call Center Udesk dapat menjadi pilihan terbaik. pelanggan.
Tingkatkan strategy sales call bisnis Anda dengan solusi yang inovatif dari Udesk untuk mendapatkan hasil maksimal!
Artikel ini merupakan konten asli dari Udesk. Jika ingin menerbitkannya ulang, mohon mencantumkan sumber dengan jelas:https://id.udeskglobal.com/blog/strategi-sales-call
